......hanya doa semoga selamat sampai tujuan dan bertemu anak istri pak untuk hari ini, itu saja yang terlontar dari bibir hatiku. dan begitu juga untuk bagian preparation, semoga usaha kita hari ini berkah, semoga anak istrimu adalah anak yang soleh,, amiin...
terlepas dari sifat mereka yang kadang arogan karena bergelut dengan kerasnya jalanan, dari gaji mereka yang mungkin lebih karena hampir tiap hari lembur, atau bahkan dari kadang kelalaiannya menunaikan solat karena harus berburu dengan waktu.
dibalik muka mereka yang [kebanyakan] sangar... sebenarnya tersimpan sorot mata yang teduh seorang imam bagi keluarganya. mereka tetap laki2 yang bertanggung jawab untuk menafkahi anak istrinya. bahkan demi mereka, apapun yang terjadi keselamatan adalah hal yang utama. ANZEN FIRST tertulis jelas dipunggung mereka, yang memang tulang punggung keluarga.
setiap hari, dari pagi hingga pagi lagi pekerjaannya hanya dijalanan. Berkejaran denganwaktu agar bisa mengantar barang menghindari delay delivery. karena itu akan jadi masalah buatnya juga buat perusahaan tempatnya bernaung. berjalan menyusuri vendor demi vendor. bahkan tanpa pendamping sekalipun. huuftt... betapa jenuhnya seharian dimobil super duper besar. sendirianbelum lagi jika ditempat tujuan barang yang mau diambil belum disiapkan atau malah tidak ada. baliklah dengan tengan hampa. tentu sambil berpikir agar tidak kena pinalti dari customer pemakai jasanya.
aku. sebagai pengamat dalam satu minggu ini... merasa benar2 simpati. satu pelajaran yang mengharuskan saya untuk terus menerus mengucapkan syukur. tidak diposisikan sebagai mereka. para supir logistik. lelah, capai, panas, sendirian, bete, macet, atau yang paling parah adalah kecelakaan kerja. bagaimana membayangkan tiap hari melalui jalan tol yang kecepatan mobilnya diatas 100km/jam. apalagi kendaraan mereka macam Hino, Fuso truck yang angker.
memang ada kalanya mereka salah. saat datang ke vendor tidak membawa persyaratan yang diajukan vendor untuk mengambil barang. tapi aku yakin tidak sedikit supir yang tidak bermaksud demikian. positif thinkingnya adalah dalam pikiran mereka adalah bagaimana mengambil barang tepat waktu walau tanpa membawa box, misalnya. box. adalah syarat untuk packing barang yang diambil dari vendor.






